Saat suara biwa membangkitkan orang mati, inilah salah satu kisah hantu Jepang yang paling klasik
〈Kisah Hoichi Tanpa Telinga〉 menceritakan tentang Hoichi, seorang biksu biwa buta yang dipanggil oleh roh-roh klan Heike karena kemahirannya dalam melantunkan "Kisah Heike". Untuk melindunginya, seorang pendeta menuliskan mantra suci di sekujur tubuhnya, namun melewatkan bagian telinga, sehingga menyisakan akhir yang mengerikan sekaligus menyedihkan. Cerita ini memadukan musik, memori perang, perlindungan Buddhis, dan obsesi orang mati secara erat.
Koizumi Yakumo menulis ulang cerita rakyat ini ke dalam bahasa Inggris, menjadikannya karya representatif bagi pembaca dunia untuk mengenal kisah hantu Jepang. Kehidupan Yakumo yang berpindah-pindah dan posisi lintas budayanya membuatnya sangat mampu menulis legenda lokal menjadi karya sastra yang terasa asing namun menyentuh. Ia tidak memperlakukan hantu sebagai sekadar kejutan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai gema dari trauma sejarah.
Jika dianalogikan dengan karya modern, bagian ini dapat dibaca bersama dengan rekonstruksi monster dan pengetahuan dari Kyogoku Natsuhiko, atau dibandingkan dengan penanganan pandangan orang mati dan rasa ketidakkekalan dalam anime "Kisah Heike". Karya ini sangat cocok sebagai pemberhentian pertama bagi pemula yang ingin mendalami kisah hantu Jepang.
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.