Yashagaike adalah drama tahun 1913 karya Izumi Kyoka, pertama kali diterbitkan di Engei Club dan dibangun berdasarkan legenda dewa naga Yashagaike. Perpaduan antara kepercayaan rakyat, romansa fatal, kewajiban ritual, dan malapetaka supernatural di dalamnya menunjukkan mengapa Kyoka tetap menjadi tokoh sentral dalam sastra fantasi Jepang, meskipun karya-karya individunya mungkin terasa asing bagi pembaca modern sehari-hari.
Cerita ini berlatar di dekat Gunung Mikuni, di mana seorang sarjana bernama Yamazawa bertemu dengan Yuri dan akhirnya mengetahui bahwa temannya yang hilang, Hagiwara, telah tinggal di desa tersebut untuk menepati janji lama: sebuah lonceng harus dibunyikan tiga kali sehari untuk menahan dewa naga Yashagaike dan mencegah banjir.
Drama ini mengubah legenda lokal menjadi drama simbolis. Tugas manusia, kekerasan desa, kesetiaan erotis, dan kehendak dunia supernatural bertabrakan ketika Yuri terpilih sebagai korban ritual pemanggil hujan dan sumpah yang dilanggar melepaskan air danau.
Warisan karya ini paling kuat terasa di panggung dan layar lebar. Sejak tahun 1978, karya ini telah berulang kali dipentaskan, termasuk produksi yang dikaitkan dengan Bando Tamasaburo, dan struktur mimpinya terus mengundang kebangkitan teater meskipun teksnya kurang dikenal oleh pembaca umum dibandingkan dengan nama besar Kyoka.
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.