Bahan Makanan Penting: Memasak Sembarangan Mempercepat Penyakit! Tidak Pernah Ada Makanan Sampah, Yang Ada Hanya Pengolahan yang Tidak Tepat

Bahan Makanan Penting: Memasak Sembarangan Mempercepat Penyakit! Tidak Pernah Ada Makanan Sampah, Yang Ada Hanya Pengolahan yang Tidak Tepat

oleh Fang Yiwei, Ma Futing

Dalam dunia diet yang lezat,

tidak ada makanan sampah, yang ada hanya cara makan sampah dan metode memasak sampah!

▷ Mantau putih yang seputih giok, aktor utamanya adalah belerang?

► Sumpit kayu bercat warna-warni, racun logam berat ikut termakan!

▷ Tumis hati babi dengan paprika yang lezat, vitamin C malah jadi sia-sia?

➤ Apa sebenarnya yang dimaksud dengan "makanan sampah"

▎Nilai gizi rendah

Nilai gizi rendah berarti kita dengan senang hati memakan makanan tersebut ke dalam perut,

tetapi pada akhirnya makanan yang dimakan tidak mencapai efek nutrisi yang seharusnya bagi tubuh manusia.

▎Mudah membuat orang gemuk

Meskipun makanan jenis ini tidak mengandung banyak nutrisi,

beberapa komponen di dalamnya akan membuat orang gemuk tanpa disadari.

▎Memicu berbagai penyakit kronis

Sering mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi atau pati olahan,

tubuh manusia akan menua sebelum waktunya, dan juga meningkatkan risiko diabetes.

➤ Metode memasak "sampah" untuk bahan makanan "bergizi"

▎Goreng — Hilangnya nutrisi

Beberapa bahan makanan itu sendiri memiliki nilai gizi yang tinggi,

tetapi setelah digoreng akan membahayakan tubuh,

dan sering mengonsumsinya sangat mungkin memicu penyakit.

• Menyebabkan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular

• Mematikan kanker

• Menambah beban saluran pencernaan

• Menyebabkan penurunan kecerdasan

➤ Kombinasi "sampah" untuk bahan makanan "bergizi"

▎Daun Bawang + Tahu — Hilangnya kalsium di tengah kelezatan

Tahu mengandung banyak protein dan kalsium,

daun bawang mengandung banyak asam oksalat,

ketika asam oksalat dan kalsium bertemu akan membentuk kalsium oksalat,

kalsium oksalat sangat sulit diserap oleh tubuh manusia, sehingga kalsium dalam tahu akan terbuang percuma.

Sering makan tahu campur daun bawang membuat tubuh tidak bisa mendapatkan kalsium yang cukup,

sehingga menyebabkan kekurangan kalsium, muncul kram tangan dan kaki, rakitis, dan penyakit lainnya.

▎Teh + Telur — Nutrisi hilang, merangsang lambung

Teh mengandung komponen alkaloid, telur mengandung unsur zat besi,

ketika keduanya bertemu, akan membentuk zat lain,

dan zat ini memiliki rangsangan yang sangat kuat pada lambung,

selain itu, dalam teh terdapat asam tanat, di bawah pengaruh asam tanat,

protein telur akan berubah menjadi zat yang sangat sulit dicerna oleh tubuh,

bukan hanya pemborosan protein, tetapi juga tidak ada manfaatnya bagi kesehatan manusia.

◎ Penggunaan panci yang tidak tepat — Makanan sedang "diracuni"

• Panci besi

Panci besi sangat mudah berkarat, oksida besi yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi kesehatan hati.

Oleh karena itu, makanan yang dimasak dengan panci besi harus segera dipindahkan semua, jangan biarkan makanan dalam panci besi menginap semalam.

• Panci aluminium

Asupan aluminium dalam jangka panjang akan menurunkan kecerdasan dan daya ingat manusia,

sangat mudah membuat orang tua menderita penyakit Alzheimer.

• Panci anti lengket

Saat menggunakan panci anti lengket gunakan spatula kayu, jangan gunakan spatula besi,

jika tidak maka akan merusak umur lapisan anti lengket pada dinding bagian dalam panci,

yang akan menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh manusia.

• Panci stainless steel

Panci stainless steel tidak benar-benar anti karat seperti namanya,

jika sering digunakan untuk memasak makanan asam atau basa,

akan menyebabkan elemen mikro di dalamnya merembes keluar.

◎ Alat makan sekali pakai — Menjepit "racun" yang lezat

Kita tahu tentang latar belakang gelap pembuatan sumpit sekali pakai, tetapi tetap menggunakannya,

karena menganggap sumpit sekali pakai praktis dan tidak akan membawa penyakit menular.

Padahal, bahaya yang ditimbulkan oleh sumpit sekali pakai berkualitas rendah tidak lebih kecil dari penyakit menular.

• Infeksi bakteri

Sumpit sekali pakai setelah disinfeksi dapat disimpan selama 4 bulan,

sumpit sekali pakai setelah 4 bulan sangat mudah terkontaminasi bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus.

• Merusak fungsi pernapasan

Agar tampilan sumpit sekali pakai berkualitas rendah lebih mirip dengan sumpit yang memenuhi standar,

beberapa pabrik kecil akan menggunakan belerang untuk mengasapi sumpit agar putih,

tetapi dengan demikian, sulfur dioksida akan tertinggal di permukaan sumpit saat mendingin,

ketika konsumen menggunakannya, sulfur dioksida akan terlepas ke udara saat terkena panas,

sehingga menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan manusia.

• Merusak fungsi pencernaan

Sumpit sekali pakai berkualitas rendah juga menggunakan hidrogen peroksida dalam proses pembuatannya.

Hidrogen peroksida sangat korosif, jika termakan akan mengikis mulut, saluran pencernaan, dll.

Selain itu, dalam proses pembuatannya juga menggunakan bubuk talek,

meskipun bubuk talek membuat sumpit lebih mudah dipoles,

tetapi akumulasi jangka panjang dalam tubuh manusia akan memicu batu empedu.

★ Fitur Buku: Buku ini memperkenalkan proses bagaimana bahan makanan sehat berubah menjadi makanan sampah, dan memperkenalkan metode memasak serta cara makan yang benar-benar tepat dan sehat kepada pembaca, membantu orang untuk memperhatikan dan memperbaiki kebiasaan makan, sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Penerbit
崧燁文化
Terbit
2022-03-14
ISBN
9786263322011

Miva, cara membaca setelah buku audio

Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja

Mulai narasi Miva

Miva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.