Latar Belakang:
Agustinus dari Hippo menyusun Pengakuan-pengakuan (Confessions) dalam bahasa Latin sekitar tahun 397–400. Karya ini mengisahkan pendidikan, hasrat, kekeliruan intelektual, dan pertobatannya, namun juga merupakan doa panjang yang ditujukan langsung kepada Tuhan. Oleh karena itu, "Pengakuan" berarti pengakuan dosa, pengakuan iman, dan pujian.
Ringkasan Cerita:
Dimulai dengan masa kanak-kanak dan masa muda, Agustinus mempertanyakan mengapa ia mengejar reputasi, pengetahuan, dan pemuasan indrawi, serta bagaimana hidupnya berubah melalui pengalaman di Milan. Buku-buku terakhir beralih dari kehidupan yang diingat ke ingatan, waktu, penciptaan, dan interpretasi Kitab Kejadian; bagian ini bukan merupakan kelanjutan biografi konvensional.
Bentuk Sastra:
Melalui tiga belas buku, autobiografi berulang kali menjadi filsafat, penafsiran kitab suci, dan doa. Agustinus tidak sekadar melaporkan masa lalu yang sudah tuntas. Ia meneliti bagaimana ingatan membangun masa lalu tersebut dan apakah bahasa dapat secara memadai menggambarkan pengalaman batin, memberikan karya ini keintiman sekaligus kerumitan intelektual.
Sutradara: Christian Duguay
Negara produksi: Italia, Jerman, dan Polandia
Pemeran utama: Alessandro Preziosi, Franco Nero
Alasan penyertaan: Miniseri televisi ini memberikan perlakuan dramatis yang substansial terhadap dunia religius dan politik Agustinus.
Perbedaan dari buku: Film ini mengubah doa batin dan refleksi filosofis menjadi peristiwa dan konflik yang terlihat, sambil mengambil materi biografi di luar buku Pengakuan-pengakuan.
Edisi Utama:
Terjemahan bahasa Inggris oleh E. B. Pusey menggunakan prosa religius abad kesembilan belas yang megah. Edisi ini berpengaruh secara historis tetapi sering kali menuntut secara sintaksis. Pembaca pemula mungkin lebih menyukai terjemahan modern dengan catatan sejarah dan filosofis; penggunaan penelitian harus mempertahankan penomoran buku dan bab serta memungkinkan perbandingan dengan teks Latin.
Rekomendasi Bacaan:
Sembilan buku pertama dapat diikuti sebagai narasi kehidupan. Perlambat tempo pembacaan mulai dari Buku X dan seterusnya dan dekati diskusi tentang ingatan, waktu, dan penafsiran sebagai argumen besar yang berdiri sendiri.
Signifikansi Budaya:
Pengakuan-pengakuan secara mendalam membentuk autobiografi Barat dan penulisan introspektif, namun tujuannya bukan sekadar potret diri. Agustinus membaca kembali sebuah kehidupan sebagai hubungan antara jiwa dan Tuhan, sebuah bentuk yang terus ditransformasikan oleh kesaksian religius, filsafat, dan narasi psikologis di kemudian hari.
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.