Baru duduk kurang dari sepuluh menit, anak sudah tidak betah,
menyalakan TV lalu membuka kulkas, kapan tugas sekolah bisa selesai?
Apakah Anda pernah, saat anak sedang belajar, sebentar-sebentar membawakan air atau makanan dan menjadi "pendamping belajar"?
Apakah Anda membabi buta memaksa anak belajar, namun tidak pernah peduli bahwa mental mereka telah mencapai batasnya?
Untuk anak-anak yang tidak bisa fokus tersebut, orang tua sebenarnya memegang tanggung jawab besar!
▎Empat Kualitas Perhatian: Mengukur Baik Buruknya Fokus Seseorang
【Rentang Perhatian (Attention Span)】
Yakni cakupan perhatian, merujuk pada jumlah hal yang dapat ditangkap dengan jelas oleh orang dalam sekejap, mencerminkan karakteristik spasial dari perhatian.
Pada tahun 1830, psikolog Hamilton melakukan eksperimen dengan menaburkan segenggam kerikil ke tanah dan menemukan bahwa sulit bagi orang untuk melihat lebih dari enam kerikil secara bersamaan. Jika kerikil dikelompokkan menjadi tumpukan berisi dua, tiga, atau lima, jumlah tumpukan yang dapat dilihat secara bersamaan sama banyaknya dengan jumlah satuan.
【Stabilitas Perhatian】
Yakni daya tahan perhatian, merujuk pada lamanya waktu perhatian dipertahankan pada objek atau aktivitas yang sama, namun tidak hanya melihat durasi, tetapi juga efisiensi aktivitas selama periode tersebut.
▸ Stabilitas Sempit: Merujuk pada waktu perhatian dipertahankan pada satu hal tertentu, seperti menonton TV atau membaca buku dalam waktu lama. Namun, saat memperhatikan hal yang sama, sulit bagi manusia untuk menjaga objek perhatian tetap statis dalam waktu lama.
▸ Stabilitas Luas: Merujuk pada waktu perhatian dipertahankan pada suatu aktivitas tertentu. Objek spesifik dari perhatian dapat terus berubah, tetapi arah umum dari aktivitas yang menjadi fokus perhatian tetap sama.
【Distribusi Perhatian】
Merujuk pada mengarahkan perhatian pada objek dan aktivitas yang berbeda dalam waktu yang sama. Seperti guru yang perlu mengajar sambil memperhatikan reaksi siswa di kelas; pengemudi yang perlu menyetir sambil mengamati kondisi jalan. Distribusi perhatian ini sangat mungkin dilakukan, manusia dalam hidupnya dapat melakukan "satu hati dua kegunaan" atau bahkan multitasking.
【Pemindahan Perhatian (Attention Shifting)】
Merujuk pada tindakan aktif memindahkan perhatian dari satu objek ke objek lain sesuai dengan tuntutan tugas aktivitas. Misalnya: dalam jadwal pelajaran sekolah, jika setelah pelajaran Bahasa diikuti pelajaran Matematika, siswa harus secara aktif dan tepat waktu memindahkan perhatiannya dari satu mata pelajaran ke mata pelajaran lainnya berdasarkan kebutuhan pembelajaran.
◎ Atensi yang baik menuntut anak untuk mampu menjaga perhatian yang stabil dan tahan lama,
serta menuntut anak untuk mampu memindahkan perhatian secara aktif dan cepat.
Kualitas perhatian setiap anak berbeda, orang tua perlu memberikan bimbingan dan pelatihan secara individual.
▎Menumbuhkan Konsentrasi Anak Melalui Psikologi: Atensi Tidak Sukarela dan Atensi Sukarela
【Tahap Atensi Sukarela】
Banyak anak yang saat baru belajar matematika merasa kurang tertarik,
namun di bawah bimbingan guru dan orang tua, mereka terpaksa belajar giat demi mendapatkan nilai bagus.
【Tahap Atensi Tidak Sukarela】
Setelah mengatasi kesulitan akademis, anak mendapatkan pujian dari guru dan teman, sehingga muncul minat pada matematika;
setelah itu, setiap kali pelajaran matematika dimulai, perhatiannya akan secara alami terfokus pada materi pelajaran.
◎ Belajar hanya dengan atensi sukarela tanpa minat langsung akan terasa sangat berat;
dan setelah melakukan sesuatu dalam waktu lama, rasa jenuh pasti akan muncul, sehingga sulit untuk bertahan hanya dengan atensi tidak sukarela saja.
Atensi sukarela dan tidak sukarela harus saling melengkapi untuk meningkatkan kualitas konsentrasi.
▎Enam Mitos dalam Menumbuhkan Konsentrasi: Orang Tua Harus "Tenang" Bersama Anak
【Kognisi yang Salah】 Apa yang disebut "fokus" berarti hanya boleh melakukan satu hal? Anda mungkin membunuh kesempatan anak untuk menyerap informasi dari dunia luar!
【Keinginan Mengontrol Terlalu Tinggi】 Nilai anak buruk = tidak rajin belajar? Orang tua duduk di ruang belajar seharian mengawasi anak mengerjakan tugas, justru menyebabkan anak merasa tertekan dan semakin tidak ingin menyelesaikannya.
【Terlalu Dini Memanggil Guru Les】 Takut anak kalah sejak garis start, lalu mencari banyak guru les atau mengirim anak ke berbagai bimbingan belajar? Jika selalu ada orang yang membantu merangkum poin-poin ujian, lama-kelamaan anak akan menjadi malas.
【Kekuatan Sugesti Negatif】 Beberapa orang tua suka mengeluh tentang keburukan anak kepada orang lain, yang secara tidak sadar membuat anak menganggap dirinya memang seperti itu, sehingga sulit memperbaiki kekurangannya.
【Tugas yang Berlebihan】 Tugas sekolah sudah banyak, namun orang tua masih membelikan lebih banyak soal latihan, atau saat anak seharusnya bermain dengan gembira, orang tua justru menyisipkan tuntutan belajar, yang berujung pada anak membenci belajar.
【Menganggap Olahraga Tidak Berguna】 Hanya kegiatan seni dan budaya yang bermanfaat bagi anak, sementara aktivitas fisik dianggap hanya bermain-main? Memperkuat latihan fisik sebenarnya dapat meningkatkan konsentrasi secara efisien!
[Fitur Buku]
Buku ini berangkat dari situasi nyata anak-anak, menggunakan bahasa yang populer dan mudah dimengerti, secara komprehensif dan sistematis memperkenalkan karakteristik perhatian anak, penyebab anak kurang konsentrasi, serta metode operasional konkret untuk melatih perhatian anak. Atas dasar ini, buku ini juga dilengkapi dengan serangkaian contoh kasus pendidikan, sangat enak dibaca, sederhana dan praktis, menjadikannya sahabat bagi anak serta materi ajar yang baik bagi setiap orang tua dalam melatih dan menumbuhkan konsentrasi anak.
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.