《Gerusalemme liberata》 (Yerusalem yang Dibebaskan) adalah mahakarya penyair Italia Torquato Tasso, yang diterbitkan secara lengkap pada tahun 1581 dan dianggap sebagai salah satu karya terpenting dalam sastra Renaisans Eropa. Puisi epik ini menceritakan versi yang sangat diidealisasikan dan didramatisasi dari Perang Salib Pertama, yang berfokus pada penaklukan Yerusalem oleh ksatria Kristen yang dipimpin oleh Goffredo di Buglione. Namun, lebih dari sekadar epos sejarah, karya ini merupakan jalinan antara perang, iman, sihir, cinta, dan tragedi, di mana konflik keagamaan juga menjadi konflik batin.
Tasso mengambil tradisi puisi ksatria Italia yang dimulai oleh Ludovico Ariosto dengan 《Orlando Furioso》, tetapi mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih melankolis dan spiritual. Jika Ariosto lebih mengutamakan ironi dan petualangan, Tasso justru membangun dunia yang didominasi oleh keraguan, gairah, dan rasa takdir. Karakter-karakternya hidup dalam keterbelahan yang terus-menerus antara cinta dan kewajiban, keinginan dan iman, kejayaan militer dan siksaan pribadi.
Di antara tokoh yang paling terkenal dalam karya ini adalah Clorinda, prajurit Saracen yang dicintai oleh ksatria Kristen Tancredi; Armida, penyihir penggoda yang mencoba mengalihkan perhatian tentara salib tetapi akhirnya jatuh cinta pada Rinaldo; dan Erminia, putri yang jatuh cinta tanpa harapan pada Tancredi. Adegan kematian Clorinda, yang dibaptis oleh Tancredi sesaat sebelum meninggal, telah menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sastra Italia dan salah satu simbol tragedi cinta Renaisans.
Karya ini meraih kesuksesan luar biasa di seluruh Eropa. Pelukis seperti Eugène Delacroix, Nicolas Poussin, dan Giovanni Battista Tiepolo melukis adegan yang terinspirasi oleh puisi ini, terutama yang didedikasikan untuk Armida dan Rinaldo atau kematian Clorinda. Musik pun sangat dipengaruhi olehnya: Claudio Monteverdi menggubah 《Il combattimento di Tancredi e Clorinda》, sementara George Frideric Handel, Antonio Vivaldi, dan Gioachino Rossini mengubah episode-episode puisi tersebut menjadi opera lirik.
《Gerusalemme liberata》 juga sangat memengaruhi sastra Inggris. Edmund Spenser mengambil elemen darinya untuk 《The Faerie Queene》, sementara John Milton memandang Tasso sebagai salah satu model besar epos religius modern. Selama berabad-abad, puisi ini dianggap sebagai salah satu puncak mutlak puisi Barat, yang mampu memadukan kemegahan klasik dengan kepekaan emosional Renaisans akhir.
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.