Ada sejenis kekejaman di dunia ini, yaitu ketika orang tua melakukan segalanya untuk anak mereka, yang pada akhirnya mendidik anak menjadi sosok yang tidak berguna.
Hidup adalah milik anak itu sendiri, mereka memiliki hak mutlak untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Ingatlah: keberadaannya bukan untuk memuaskan kesombongan Anda.
Kita sering melihat berita tentang seseorang yang membunuh orang tuanya karena gagal meminta uang, atau seseorang yang jatuh dari gedung karena alasan yang tidak jelas. Apakah karena kasih sayang yang diberikan orang tua terlalu sedikit?
—Sebenarnya, seringkali masalahnya terletak pada "pendidikan".
Pendidikan tentu bukan hanya tentang sekolah. Ada banyak hal dalam hidup yang lebih penting daripada ujian: pengendalian diri, ketahanan terhadap stres, kemandirian, kemampuan berbicara, keterampilan sosial, kemampuan mengelola keuangan, daya saing, keberanian, kejujuran, kasih sayang...
Namun, di bawah pendidikan tradisional yang bersifat menjejalkan (rote learning), karakter-karakter mulia ini terpinggirkan demi pelajaran bahasa, Inggris, matematika, IPS, dan IPA. Anak yang suka menggambar dianggap orang tuanya hanya membuat "coretan hantu"; anak yang suka menyanyi dikritik "buta nada", dan dipaksa duduk di meja untuk menghafal teks kuno serta menghitung matematika... Lama-kelamaan, anak menjadi semakin pasif dan mulai membenci sekolah.
Anak tidak akan selamanya berada di bawah perlindungan orang tua. Daripada memaksa anak belajar, lebih baik beri tahu mereka apa tujuan belajar. Belajar tidak terbatas pada mata pelajaran umum; apa pun yang diminati anak, berikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi.
Orang tua tidak perlu membuatkan keputusan untuk setiap hal, dan tidak perlu khawatir anak akan gagal.
Karena melalui pengalaman melakukan kesalahan, barulah mereka bisa memilih dengan lebih bijaksana di masa depan!
【Kemandirian VS Ketergantungan: Mengapa anak orang lain begitu dewasa!】
"Mengapa anak orang lain yang baru TK sudah bisa merapikan kamar sendiri, sedangkan anak saya yang sudah kelas tiga SD belum bisa menyiapkan tas sekolahnya sendiri?"
【Perhatian VS Sikap Dingin: Apakah anak saya sudah tidak mencintai saya lagi?】
"Mengapa anak orang lain begitu perhatian, sementara anak saya merasa malu jika terlihat bersama saya?"
【Belajar itu Penting, Tapi Jangan Menjadi 'Si Cerdas yang Lumpuh' dalam Hidup】
Belajar itu penting, belajar itu penting—orang tua tidak ingin anak menghabiskan waktu untuk hal lain selain belajar. Akhirnya, anak tidak tahu apa-apa selain belajar.
【Jangan Mengambil Alih Posisi Anak】
Memeriksa PR berarti memeriksa apakah ada bagian yang belum dikerjakan, bukan membetulkan kesalahan mereka. Itu adalah PR anak Anda, bukan PR Anda.
【Tidak Ada Makan Siang Gratis】
Selain kebutuhan pokok (pangan, sandang, papan), jangan penuhi keinginan materi anak tanpa batas. Siapkan buku catatan pengeluaran, dan ajarkan anak nilai uang yang benar!
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.