Kesadaran Diri × Regulasi Diri × Motivasi Diri × Empati × Kemampuan Uji Realitas
Anak tidak kekurangan makanan atau pakaian, mendapatkan apa pun yang diinginkan, dan memiliki prestasi akademik luar biasa yang tidak merepotkan orang tua.
Tetapi mengapa mereka memiliki temperamen buruk, kurang percaya diri, dan mudah merasa terpuruk?
Hadirin sekalian! Orang tua di seluruh dunia, perhatikan ini!
IQ tinggi tidak menjamin kesuksesan anak,
EQ tinggi adalah kunci menuju kehidupan yang menang!
▎Kurangnya Perhatian pada Pengembangan EQ Anak Mungkin Menjadi Titik Buta dalam Pendidikan Anda
Banyak orang tua sangat berharap anak-anak mereka menjadi sukses, sehingga jadwal bimbingan belajar dan kursus bakat tidak pernah kosong;
Meski anak unggul dalam akademik dan bakat, mereka tidak bisa mengendalikan emosi dan berbaur dalam kelompok.
Penyebab hal ini adalah sebagai berikut:
◎ Pendidikan Keluarga yang Memanjakan Namun Otoriter:
Kurangnya kesadaran demokrasi yang sehat, melindungi anak secara berlebihan karena takut anak terluka sedikit saja, yang justru mengakibatkan mentalitas anak menjadi rapuh.
◎ Mementingkan Prestasi Akademik, Meremehkan Pendidikan EQ:
Hanya memikirkan cara meningkatkan nilai anak, mengabaikan pandangan hidup dan nilai-nilai anak, secara bertahap membuat anak menjadi 'monster' yang dingin, egois, cemas, dan keras kepala.
◎ Tidak Membangun Pemahaman Emosi yang Benar pada Anak:
Mengabaikan perasaan anak, sehingga anak tidak dapat benar-benar menguasai emosi diri sendiri.
▎Sering-seringlah Mengatakan: "Nak, kamu hebat!", "Kamu pasti bisa!"
Anak yang percaya diri berani mencoba, anak yang kurang percaya diri merasa takut dan gelisah.
Anak yang percaya diri, meskipun tertimpa batu besar, mampu menghancurkan batu itu dan melangkah maju;
Anak yang kurang percaya diri, saat melihat batu besar, hanya akan terpaku di tempat karena ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa.
Secara aktif dorong performa anak, bantu anak merasakan kesuksesan;
Hindari membandingkan anak dengan orang lain, dan hadapi kegagalan anak dengan rasional.
Mendampingi anak membangun kepercayaan diri adalah tanggung jawab dan kewajiban orang tua!
▎Memahami Refleksi Diri untuk Mengenal Diri Secara Objektif
Di rumah, anak adalah putri kecil atau pangeran kecil bagi orang tua,
Tetapi saat melangkah keluar rumah, ada banyak putri dan pangeran kecil lainnya di luar sana.
Bimbing anak untuk belajar berefleksi diri, memahami kelebihan dan kekurangan sendiri,
Memahami kesalahan dan kekurangan dalam suatu masalah, serta menyesuaikan emosi diri pada waktunya.
Hanya dengan memperoleh kemampuan bertahan hidup yang sempurna, mereka dapat berbaur dalam masyarakat yang kompleks ini.
▎Lepaskan Tangan Anak, Biarkan Anak Berjalan di Jalannya Sendiri
Hui Shi dan Zhuangzi pernah mendapat apresiasi dari Raja Wei, dan diberikan biji labu untuk dilombakan.
Hui Shi sangat teliti dalam merawat dan mengelolanya, sementara Zhuangzi hanya datang melihat sebentar lalu pergi.
Tak lama kemudian, lahan Hui Shi tidak menghasilkan apa-apa, sementara labu milik Zhuangzi tumbuh besar dan indah.
Membentuk karakter mandiri pada anak akan merangsang energi internal mereka;
Anak yang mandiri akan lebih bertanggung jawab dan lebih positif!
Fitur Buku:
Mengembangkan EQ anak bukanlah hal yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Buku ini berangkat dari banyak kasus pengasuhan masa kini, menjelaskan secara detail apa itu EQ, dampak dari kurangnya EQ, cara mengembangkan EQ anak... Berharap setelah orang tua membaca buku ini, mereka dapat masuk ke dalam hati anak, membimbing anak untuk mengelola emosi diri dengan baik, perhatian pada orang lain, dan selalu menjaga antusiasme saat menghadapi kesulitan!
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.