Ingin sukses dan kaya raya, apakah itu tergantung pada kepribadian yang Anda bentuk sejak kecil?
Masih patuh menabung di bank dan menganggapnya aman serta terjamin?
Merasa bahwa "menggunakan koneksi" itu memalukan dan tidak masalah jika tidak menggunakan jaringan?
"Menjadi kaya" tidaklah sesederhana itu, Anda harus mulai dengan menyesuaikan pola pikir!
▎Apakah "Kepribadian Anal" Freud juga bisa diterapkan pada orang kaya?
Dalam teori psikoanalisis Freud, kepribadian yang terbentuk karena ketidakpuasan pada "fase anal" usia 1–3 tahun adalah "kepribadian retentif anal" yang memiliki ciri-ciri seperti "terlalu mementingkan detail, keras kepala, dan teguh pada pendirian".
Namun, siapa sangka sifat-sifat ini ternyata sejalan dengan karakteristik kepribadian orang-orang yang sukses menjadi kaya?
║ Mementingkan Detail: Tidak tahan dengan lingkungan kerja yang berantakan dan anggota tim yang tidak efisien.
║ Keras Kepala: Investor di lembaga keuangan harus memiliki sifat konservatif dan gigih untuk menjalankan tugas wali amanat.
║ Hemat: Apalagi soal berhemat, jika tidak hemat, bagaimana bisa menabung dan menjadi kaya?
Kekurangan kecil dalam kepribadian ini, jika digunakan di tempat yang tepat, mungkin akan menjadi alasan Anda menjadi kaya raya!
▎Jaringan Adalah Sumber Uang
Ada pepatah mengatakan banyak teman banyak jalan, setiap jalan dalam jaringan adalah "bantuan ilahi" menuju kesuksesan!
Orang-orang yang dikenal seseorang, lingkaran sosial yang diikuti, hal-hal yang disentuh, sumber daya yang dapat diperoleh, dan seterusnya... itulah yang disebut "jaringan".
Di masyarakat saat ini, jangan lagi percaya pada dogma bahwa "berjuang sendirian" bisa membawa kesuksesan!
Seperti salon-salon yang aktif di kalangan bangsawan abad ke-18 dan ke-19, Anda juga harus masuk ke lingkaran sosial dan memegang erat jaringan!
▎Ingin Mengumpulkan Uang, Anda Harus Membiarkannya Mengalir!
Saat ini, kebanyakan orang menganggap "manajemen keuangan" hanyalah menabung uang di bank... titik!
Memang benar Anda bisa mendapatkan bunga tertentu melalui pokok dan menikmati efek bunga majemuk.
Namun, di bawah pengikisan inflasi, tingkat pengembalian aktual sebenarnya mendekati nol.
Pernahkah Anda mendengar seseorang menjadi kaya hanya dengan mengandalkan bunga tabungan bank? Jelas itu hanyalah dongeng!
Menganggap uang sebagai "energi" dan menginvestasikannya di bidang dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi adalah praktik manajemen keuangan yang benar dan efektif, seperti investasi saham, real estat, dan sebagainya.
Orang yang menabung uang di bank tidak lebih dari menganggap ini sebagai cara aman untuk "bersiap sebelum hujan".
Namun dalam jangka panjang, ini tidak hanya gagal membuat kaya, tetapi bahkan mungkin menyebabkan ketidakmandirian finansial!
Karena Anda bersiap untuk "hari hujan", Anda seharusnya lebih bersiap untuk seluruh "musim hujan"!
【Fitur Buku】
Topik "menjadi kaya" yang dikejar semua orang ini telah dibahas oleh banyak orang sukses tentang pengalaman dan rahasia mereka. Namun, jalan menuju kekayaan masih belum bisa dimasuki oleh banyak orang. Buku ini menganalisis kepribadian, pemikiran, dan pola investasi yang dimiliki oleh orang kaya, didukung dengan banyak contoh kasus sukses, untuk menjelaskan kepada pembaca "apa itu menjadi kaya" dan bagaimana "mengelola keuangan dengan benar". Ini adalah buku bacaan keuangan yang mudah dipahami sekaligus praktis.
Miva, cara membaca setelah buku audio
Dengarkan seperti buku audio, lalu tanyakan apa saja, kapan saja
Mulai narasi MivaMiva tidak hanya membacakan. Miva terus menjelaskan sesuai pertanyaanmu.